Cari Blog Ini

Memuat...

Minggu, 10 Agustus 2014

ANALGESIA DAN ANESTHESIA

Hal yang harus diperhatikan dan disadari dalam memenuhi tuntutan dalam zaman modern (meminimalkan rasa nyeri ketika melahirkan) yaitu pasien yang diberikan anesthesi harus selalu diawasi oleh seorang dokter yang ahli dalam bidang anestesi. Perlu diketahui juga, anestesi dapat membahayakan bagi ibu dan anak saat proses persalinan walaupun sudah diberikan oleh seorang dokter yang ahli.
Usaha dalam mengurangi rasa sakit pada persalinan dapat dibagi menjadi dua yaitu analgesi dan anesthesia. Analgesi adalah usaha untuk mengurangi rasa nyeri dalam kala I dan permulaan persalinan kala II. Anesthesia adalah usaha mengurangi rasa nyeri pada persalinan menjelang bayi lahir.
Obat yang digunakan dalam mengurangi rasa nyeri persalinan harus memenuhi syarat seperti tidak membahayakan ibu, anak, dan tidak mempengaruhi his. Obat yang mempengaruhi his tentu akan mempengaruhi kemajuan persalinan.
Pemberian analgesi yang terlalu cepat atau sebelum waktunya dapat meyebabkan persalinan yang lama. Analgesia diberikan bila dilatasi servik lancar. Obat diberikan bila dilatasi servik 3 cm pada primigravida dan 4 cm pada multigravida.
Obat analgesia obstetric yang diberikan yaitu
a.       Inhalasi chloroform atau aether
b.      Morphine, Demerol, barbiturat
c.       Scopolamin
d.      Kombinasi antara salah satu obat dengan scopolamine
e.       Paracervical block
Obat anesthesia obstetric yang diberikan yaitu:
a.    Obat yang menghilangkan kesadaran yaitu inhalasi anesthesia (chlorosom, aether NO2, cvclopropan) atau anesthesia yang diberikan intravenosa seperti pentothal
b.     Obat-obat dan cara-cara yang tidak mengurangkan kesadaran seperti anesthesia spinal atau anesthesia infiltrasi

ANALGESIA
a.   Analgesia a la reine (analgesia bagi permaisuri). Pemberian inhalasi chloroform pada tiap his dapat mengurangi rasa nyeri. Aether dan N2O juga dapat digunakan.
b.      Morphine. Biasanya diberikan 10 mg secara subcutan dan diulang setiap 4 jam. bahaya dari penggunaan morfin adalah mengurangi his dan dapat menyebabkan asfiksia pada bayi bila diberikan 4 jam sebelum kelahiran bayi
c.    Demerol. Efek dari Demerol hamper sama dengan morfin karena menimbulkan analgesi. Demerol juga menyerupai atropine karena merupakan anti spasmodik.
d.      Barbiturat. Yang paling sering digunakan adalah nembutamol, pentobarbital sodium dan seconal sodium. Amytal sodium memiliki efek yang lebih lama.
e.     Scopalamin. Obat ini tidak meninggikan ambang nyeri, hanya berfungsi sebagai mengurangi ingatan dan menimbulkan amnesi. Obat ini tetap saja membuat orang yang menggunakan merasa nyeri dan sakit namun setelah tertidur kemudian terbangun, iya terlupa bahwa pernah merasakan sakit tersebut. Pasien yang diberikan scopalamin tidak boleh ditinggal sendirian karena efek lain dari obat tersebut adalah merasa gelisah, timbul halusinasi dan delirium ketika merasa nyeri. Scopalamin dapat mengurangi deperesi pernafasan yang disebabkan oleh morphin atau barbiturate. Scopalamin sering digunakan untuk mengkombinasikan.
ANESTHESIA
a.       Anesthesi inhalasi dengan aether N2O, cyclopropan, ethyelene.
Aether merupakan obat yang masih dikatakan aman. Aether dapat mengurangi kontraksi rahim sehingga digunakan saat kala II atau Seksio sesarea. Sedangkan N2O digunakan dalam kala II dengan perbandingan80% N2O dan 20 % O2. Cyclopropan mudah meledak, dapat digunakan pada kadar 3-5%, tidak mempengaruhi kontraksi. Obat ini dapat menyebabkan asfiksia pada janin.
b.      Anethesi intravenosa yang sering digunakan adalah penthotal sodium. Keuntungan pemakaiannya adalah tercapai dengan cepat efeknya, tidak mempengaruhi his dan pasien dapat mobilisasi dengan mudah. Kerugian dari pemakaian obat ini adalah sulit diberikan pada pasien yang gelisah, menyebabkan hypoksia pada anak saat 10 setelah pemberian tapi bayi belum lahir, kadang dapat menimbulkan laringospasmus. Laringospasmus dapat diatasi dengan pemberian atropine ayau scopolamine. Pentotal ini sering digunakan untuk forceps rendah yang tidak memakan waktu lama dan curetase.
c.     Anesthesia infiltrasi. Obat yang digunakan seperti procain, xylocain, methycain, dan lainnya. Kelemahan dari obat ini adalah tidak menyebabkan kematian pada anak, dan ibu, mudah diberikan, tidak mempengaruhi kontraksi rahim, sedikit memiliki pengaruh toksik. Infiltrasi hanya diberikan pada kala iI dengan 0.5-1% procain. Cara memberikannya adalah di daerah sekitar vulva dan periuneum untuk persalinan dengan jarum yang panjang. 300 cc sudah cukup dan untuk efek yang lebih lama tambah 1 tetes epinephrine setiap 10 cc. anesthesia ini digunakan pada saat Seksio Sesarea karena tidak mempengaruhi bayi.
d.   Anesthesi spinal. Anesthesia ini diberikan pada ruas pinggang ke IV dan V pada klien yang sedang duduk. + 1/10 cc liquor cerebrospinalis dikeluarkan dan diganti dengan obat anethesi. Klien boleh berbaring lagi setelah 30 detik. Anesthesia untuk seksio sesarea harus sampai ke pusat. Bahaya dari anesthesia spinal adalah tekanan darah mengalami penurunan. Keuntungan dari anesthesia spinal adalah tidak menurunkan his dan tidak mempengaruhi keadaan anak.
e.      Analgesi dan anesthesia caudal. Jarum suntiknya akan dimasukkan dalam hiatus sakralis sampai ke dalam ruangan caudal. Cara ini dapat menurunkan tensi namun dapat membuatdaerah pelvis mati rasa.


Sumber: Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran 

Sabtu, 05 Juli 2014

TRIAD KRR

sumber gambar: http://donsimply.com/wp-content/uploads/2013/05/remaja..........jpg

TRIAD KRR merupakan suatu hal yang perlu diketahui oleh remaja. TRIAD KRR merupakan tiga hal yang berkaitan mengenai seksualitas, NAPZA, dan HIV/AIDS. Seksualitas, NAPZA, dan HIV/AIDS merupakan ancaman bagi remaja. Penulis membaca mengenai latar belakang dari panduan pengelolaan Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR) tahun 2006 yang diterbitkan Direktorat Remaja dan Perlindungan Hak-Hak Reproduksi. Latar belakang tersebut memaparkan mengenai jumlah remaja yang ada di Indonesia. Jumlah remaja di Indonesia dengan umur 10-19 tahun mencapai 43 juta dari 220 juta penduduk. Satu juta remaja pria dan 200 ribu remaja wanita secara terbuka mengatakan pernah melakukan hubungan seksual.
Remaja merupakan bibit sebuah bangsa untuk meneruskan cita-cita bangsa dan memajukan negara. Remaja dapat disebut sebagai calon tumpuan negara di masa depan. Hubungan seksual di luar usia reproduksi memiliki resiko yang lebih besar dari pada umur reproduksi sehat. Hal ini telah dijelaskan juga pada pendewasaan usia perkawinan yang telah penulis sebarkan beberapa minggu lalu.
Seksualitas merupakan hal yang tabu bagi remaja awal apabila tidak dibekali dengan pendidikan seks usia dini. Pendidikan seks usia dini bukan merupakan cara mengajarkan melakukan hubungan seksual pada anak sedini mungkin. Pendidikan usia dini dapat diartikan memberikan informasi kepada anak-anak bahwa mereka memiliki beberapa bagian organ tubuh yang tidak boleh disentuh oleh siapapun bahkan lawan jenis. Organ tersebut adalah, mulut, dada, alat kelamin dan anus. Bekal pendidikan seks usia dini akan membantu anak-anak untuk lebih dewasa dan meningkatkan kemandirian mereka. Seks merupakan kebutuhan fisik bagi orang dewasa dengan ikatan yang sah yaitu perkawinan. Seorang remaja yang notabene masih menempuh dunia pendidikan diharapkan belum melakukan hubungan seksual untuk mencegah rusaknya masa depan. Pencegahan tersebut dapat dilakukan dengan Pendewasaan Usia Perkawinan atau PUP. Penulis juga memiliki harapan yang sangat besar bagi remaja untuk mendewasakan diri terlebih dahulu sebelum menempuh keluarga baru melalui perkawinan. Resiko yang dapat ditimbulkan apabila remaja melakukan hubungan seksual di luar nikah adalah infeksi menular seksual dan abortus provokatus. Komplikasi yang terjadi bila mengalami infeksi menular seksual adalah terjangkit penyakit menular seksual itu sendiri yang memiiki ragam yang banyak, kemandulan bahkan kematian. Komplikasi dari abortus provokatus adalah perdarahan, infeksi, dan kematian. Semakin meningkatnya jumlah remaja yang melakukan hubungan seks di luar nikah, semakin banyak remaja yang mengalami infeksi menular seksual, semakin banyak remaja yang mengalami penyakit menular seksual, semakin banyak remaja yang mengalami kemandulan, semakin banyak remaja yang mengalami kematian, semakin berkurangnya kesempatan Indonesia untuk menjadi lebih baik.
NAPZA yaitu Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif. Narkotika dan psikotropika merupakan obat yang digunakan dokter untuk melakukan pembiusan saat melakukan operasi atau digunakan sebagai obat penghilang rasa sakit. Hal ini tentu saja dengan dosis tertentu. Penyalahgunaan obat ini dapat menyebabkan masalah bagi penggunanya. Narkotika merupakan obat yang memiliki zat adiktif, habitual, dan daya toleran yang tinggi sehingga orang yang mengunakan narkotika dapat menjadi ketagihan. Psikotropika merupakan obat-obatan yang digunakan oleh dokter dalam mengobati klien dengan gangguan jiwa. Zat aditif memiliki efek ketergantungan. Artinya, seseorang yang mengonsumsi obat dengan zat aditif akan menjadi sangat tergantung pada obat tersebut dan tidak bisa terlepas dari obat tersebut. Para remaja harus membaca banyak hal mengenai NAPZA untuk mengetahui BAHAYA dari NAPZA itu sendiri. Remaja yang mandiri dan mau maju serta sukses adalah remaja yang sehat tanpa narkoba. Pemakai narkotika bukan merupakan seorang yang mandiri melainkan seorang yang tergantung dan tak bisa hidup tanpa narkotika. Ketika dosis pemakaian NAPZA berlebihan, maka akan terjadi overdosis bahkan kematian. Semakin banyak remaja yang menggunakan NAPZA, semakin berkurang jumlah calon penerus yang produktif serta sehat, semakin hilang kesempatan Negara Indonesia menjadi negara maju.
HIV merupakan virus yang dapat mengakibatkan seseorang mengalami AIDS. HIV merupakan human immunodefisiensi virus. Virus ini menyerang CD4 sebagai sistem kekebalan tubuh. Virus ini akan mencetak diri dengan bergantung pada sel inangnya yaitu sel tubuh kita. Virus ini akan melakukan kesalahan dalam mencetak dan memperbanyak dirinya sehingga virus yang terbentuk tidak sama dengan virus asal. Virus yang telah memperbanyak diri ini akan menyerang CD4 lagi. CD4 akan membentuk anti virus ini agar dapat mengalahkan virus ini. Akan tetapi virus ini telah memperbanyak diri dengan wajah yang berbeda sehingga tidak dikenali. Hal ini berulang ulang terjadi sehingga banyak CD4 yang kalah. Dengan cara tersebut HIV merusak sistem kekebalan tubuh dan tubuh menjadi lemah. Semua virus yang ada di lingkungan sekitar akan dengan mudahnya masuk. Hal ini yang dapat mengantar seseorang yang terinveksi virus HIV mudah jatuh sakit dengan infeksi virus seperti TBC dan infeksi lainnya. Inveksi HIV dapat menular melalui tranfusi darah dengan orang yang terinfeksi, hubungan seksual yang tidak aman dengan orang yang terinfeksi HIV dan penggunaan jarum suntik yang bersamaan. Orang yang terinveksi virus HIV akan terlihat sehat pada awal infeksi. Dalam jangka waktu 5-10 tahun, virus ini akan berhasil melemahkan sistem pertahanan tubuh dan menyebabkan serangan penyakit dan mengantarkan seseorang menuju AIDS. Jika AIDS sudah pada grade IV, kematian merupakan hal yang sulit dihindari.
Maka para remaja pintar yang merupakan generasi penerus bangsa, jauhkan diri dari seksualitas tanpa batas, NAPZA dan HIV/AIDS. Remaja Sehat, Remaja Indonesia.


Jumat, 27 Juni 2014

Pendidik dan Konselor Sebaya

Hola, disini saya menulis seolah sedang berbicara. Nama saya Ni Nyoman Trioka Rtamagustini. Look my profile :). Saya akan menceritakan pengalaman saya dalam sebuah pelatihan.
Saya ikut pelatihan tentang pendidik dan konselor sebaya, di gedung Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan di Kota Denpasar. Saya belajar mengenai banyak hal dalam gedung pelatihan tersebut. Banyak hal yang saya suka dalam pelatihan tersebut. Beberapa dari bahan ajar pelatihan sudah saya pahami.
Pertama-tama saya akan menceritakan mengenai Pendewasaan Usia Perkawinan. Pendewasaan Usia. Pendewasaan artinya membuat menjadi dewasa. Usia perkawinan adalah umur dalam melakukan perkawinan. Singkat cerita agar tidak terlalu memberikan kata buaian, pendewasaan usia perkawinan adalah cara membuat perkawinan ditunda hingga umur yang sesuai yaitu 20 tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi pria. Apabila seseorang menikah pada usia 15 tahun, diupayakan untuk menunda kehamilan hingga usia 20 tahun. Caranya gunakan alat kontrasepsi (hubungi bidan atau dokter terdekat :)). Upaya tersebut juga dapat dikatakan sebagai pendewasaan usia perkawinan.
Mengapa harus ada pendewasaan usia perkawinan dan menikah di umur 20 tahun bagi wanita serta 25 tahun bagi pria?
J Saya sangat senang bila ada yang memiliki pertanyaan tersebut dalam pikiran masing-masing pembaca.
Saya akan memberikan informasi bahwa banyak sekali kejadian kehamilan yang tidak diinginkan oleh karena hubungan seksual rutin yang telah dilakukan remaja. Banyak anak lahir dengan kondisi ibu yang belum siap melakukan pengasuhan anak. Dampak berkepanjangan yang diperoleh bagi negara adalah negara yang tidak maju karena lahirnya generasi penerus yang tidak mendapatkan asah, asih, dan asuh yang sesuai.
Pendewasaan usia perkawinan sangat penting diketahui. Persiapan dalam menempuh perkawinan adalah kesiapan fisik, mental, emosional, sosial ekonomi, pendidikan dan spiritual. Modal tersebut harus dimiliki oleh calon keluarga yang menuju perkawinan.
Organ reproduksi wanita telah siap menerima hasil pembuahan pada umur 20 tahun. Terdapat banyak sekali kasus dengan kehamilan umur di bawah 20 tahun. Kasus yang dapat terjadi pada kehamilan di bawah 20 tahun adalah keguguran, perdarahan kehamilan, preeklamsi, eklamsi, bayi lahir dengan kondisi belum sempurna, cacat, atau berat lahir rendah.
Saya akan membahas satu persatu mengapa hal tersebut dapat terjadi. Perempuan dapat mengalami haid pertama kali (disebut menarche pada ilmu kebidanan dan kandungan) pada usia 11-18 tahun. Kondisi hormon pada usia di bawah umur 20 tahun masih fluktuatif dalam artian belum seimbang. Haid untuk pertama kalinya menandakan bahwa telur seorang perempuan dapat dibuahi. Mimpi basah berarti seorang laki-laki sudah dapat menghasilkan sperma yang dapat membuahi sel telur. Perempuan akan memiliki siklus menstruasi dan siklus ovulasi. Ketika sperma datang saat ovulasi terjadi, maka kemungkinan terjadinya kehamilan sangat besar. Apabila remaja melakukan hubungan seksual pada waktu yang tepat, maka kehamilan tidak dapat dihindari. Kebanyakan para wanita tidak mengetahui siklus dan ciri-ciri dirinya sedang ovulasi. Hal ini sangat berbahaya bagi seorang perempuan. Perempuan masih dalam usia pertumbuhan dan perkembangan saat umur 11 tahun hingga 18 tahun. Apabila terdapat kehamilan pada usia tersebut, pertumbuhan dari remaja dan anak akan terganggu dan tidak optimal. Hal ini dapat memicu keguguran. Hubungan seksual usia dini juga dapat meningkatkan kemungkinan kanker servik atau umumnya disebut kanker mulut rahim. Usia remaja yang masih dalam pertumbuhan dan perkembangana memiliki organ reproduksi yang belum siap sepenuhnya. Paparan kuman yang terjadi ketika hubungan seksual membuat wanita mengalami kanker servik lebih cepat.
Mengapa dapat mengalami perdarahan. Kehamilan merupakan hal yang fisiologis atau normal, tetapi bukan untuk anak yang sedang tumbuh kembang seperti remaja. Anak remaja masih memerlukan nutrisi yang cukup bagi dirinya sendiri. Ketika hamil, nutrisi tersebut harus dibagi kepada buah kehamilan. Kekurangan nutrisi dan energi akan terjadi. Hal ini dapat menyebabkan anemia, perdarahan dan bayi lahir dengan cacat atau berat lahir rendah.
Banyak hal yang menjadi alasan mengapa lebih baik menikah di umur tepat. Pada usia 20 tahun, hormon mulai stabil, organ reproduksi telah siap menerima kehamilan. Komplikasi kehamilan mungkin terjadi juga pada umur 20 tahun, tetapi dengan presentase lebih kecil. Karena sejatinya kehamilan merupakan kondisi normal namun dalam perjalanan kedepan dapat berbahaya apabila tidak mendapatkan pengarahan dan asuhan.
Kehamilan di luar nikah dapat menyebabkan perkawinan usia dini yang terpaksa. Menikah pada usia dengan kondisi belum bekerja dapat membuat kehidupan semakin sulit. Karena modal dalam perkawinan sangatlah kompleks, pendewasaan usia perkawinan mejadi sangat penting bagi remaja.
Remaja yang saya sayangi. Saya telah melalui usia 12 tahun hingga 20 tahun saya dalam dunia sekolah dan sosial. Saya mengerti apa itu mencintai dan dicintai, tetapi mencintai dan dicintai oleh orang tua dan kepada orang tua merupakan hal paling super penting yang harus saya perhatikan. Saya dilahirkan kedunia dengan penuh perjuangan, orang tua saya mendidik saya dengan pendidikan yang layak. Akankah saya balas budi tulus mereka dengan kehamilan yang tidak diinginkan bersama calon suami atau ayah tak berpenghasilan?. Pikirkanlah sebelum melakukan sesuatu.
Saya tidak hanya berbicara pada seseorang yang belum pernah melakukan hubungan seksual. Saya juga berbicara pada remaja yang telah melakukan hubungan seksual. Saya tidak mau mengatakan kamu salah dan saya benar. Hal yang paling penting sekarang adalah kembalilah menuju jalan yang lebih baik. hidupmu ada ditanganmu. Banyak sekali pilihan yang diberikan oleh Tuhan. Saya yakin jalan yang baik adalah pilihan yang baik.
Ayo .. kita lebih dekatkan diri pada Tuhan, orang tua sebagai anugrah Tuhan, ilmu pengetahuan dan studi. Fokuskan pikiran kalian. Seorang remaja adalah seorang pelajar. Belajarlah. Cinta yang kalian harus miliki pada usia ini adalah cinta orang tua. Buatlah mereka bangga melahirkan kamu. J
Saya yakin sekali, usia 6 tahun hingga 25 tahun bagi seorang laki-laki dan perempuan adalah momen yang berharga untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan mencintai orang tua serta Tuhan.

KETIKA GODAAN REMAJA DATANG, MELAKUKAN HUBUNGAN SEKSUAL

ATAU MENGGUNAKAN NARKOBA DATANG DI HADAPANMU,

KATAKANLAH SAYA MENCINTAI ORANG TUA SAYA

SAYA INGIN MEMBAHAGIAKAN MEREKA

MEREKA SEGALA-GALANYA BAGI SAYA

DAN

SAYA SEGALA-GALANYA BAGI MEREKA

Tidak peduli seberapa kamu dihina atau dikatakan tidak gaul atau katrok. Saya yakin Gaul layak disebut kepada seseorang dengan pendidikan dan kepribadian baik. J

Fighting teenagers. J

ini foto bersama waktu saya ikut pelatihan di Gedung BADAN KB DAN PP KOTA DENPASAR.

CUCU NAKAL (Cerita lawas Desember 2013)

Aku sibuk. Serius. Sibuk sendiri maksudnya. Tahun baru 2014 ini aku lagi PKL di suatu desa yang gak jauh dari kampung halamanku. Bapakku yang cakep tiba-tiba nelfon. "Mang, pulang yuk, bapak, sama mbok kadek mau pulang, ada odalan. Bisa nggak.? kalo bisa nanti bapak cari kesana". Dalem hati denger suara bapak (hahaha.. gaya bener, nanti bapak cari kesana. OK. kita liat buktinya). Aku jawab "Hmmm, lagi ga ad kegiatan sih, OK deh, jugaan deket" . Oke, sepakat. Telepon sudah mati berohhh. Biasanya kalo anggota keluarga yang di ajak pulang ke kampung halaman ada tiga orang berarti naik mobil. Kalo cuma dua orang baru so sweet'an pake motor. Artinya sekarang pake mobil. Okay aku santai aja,,

Aku udah siap, tinggal nunggu jemputan. Tiba-tiba kakak nelfon. We, oming (panggilan kesayangan). Tunggu depan Desa ya,, biar nanti aku nggak nyari seluk beluk, "

Ngapain dia nyuru aku nunggu di depan, terus aku jalan kaki gitu 2 kilo? akhirnya aku tanyak kendaraan apa yang di pake buat pulang. Pasti taulah jawabannya apa?!!?

"Sepeda motor."

Akhirnya aku bertanya lagi "bapak tadi janjinya jam 9. sekarang udah jam 8,50. km dimana? udah berangkat? kok ga ada suara angin?. kan hujan."

"Bapak lagi mandi, ini belum berangkat oneng", kata kakaku yang manis (alay)

Aku putar kedua mataku, akhirnya aku memutuskan untuk berangkat terlebih dahulu sebelum hujan semakin deras. Ini merupakan hari pertama aku pergi ke kampung halaman dengan naik motor sendiri dan akhirnya aku sampai. Aku sudah tiba terlebih dahulu karena lokasi yang lebih dekat dan aku akhirnya menghubungi mereka bahwa aku sudah sampai di tempat agar mereka tak kawatir. (alay)

Cerita awalnya gitu.

Nah tiba di kampung halaman aku langsung tidur karena air hujan ngebuat mataku ngantuk. Tiba-tiba nenekku tercinta memanggil. Manggilnya memakai bahasa daerah, dia mengatakan hal yang menandakan bahwa iya marah. Aku translete yaaa..karena sebagai rakyat Indonesia aku paham banget bahasa kita satu yaitu bahasa Indonesia.
"Omingggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg,, kamu cucu paling terakhir, jarang pulang, jarang tak liat (iya keles aku diasrama jarang pulang. hahaha ayo nyanyikan bang toyib). kamu dimana? tidur? (sekilas info nenekku katarak tapi gak mau berobat. alhasil kalo ngomong nenek teriak-teriak)"

"Disini nekk,, ngantuk". jawabku pelan tapi dengan volume suara yang lebih besar agar nenek dengar.

"Sini dulu, nenek mau deket-deket cucu.... cucu jarang pulang tapi gak mau deket-deket nenek. nenek emang bau, tapi nenek juga pengen deket sama cucu" omelnya.

Tahu bahwa nenek minta di perhatiin, aku langsung lari kebirit-birit tidur di panggkuan nenekku yang tersayang. Aku mulai ngegombal "Apa neneku sayang yang paling cantik sedunia?"
Nenek mulai tersenyum dan ngorbrol bersamaku, dia menanyakan segala hal yang sudah ditanyakan sekitar satu tahun yang lalu. Namanya nenek juga pelupa,, ya aku jawab dengan sabar.

Basa basinya udah selese, sebenernya aku tau kalo aku di panggil buat garukin kepala nenek, nenek gak suka keramas tapi suka ngeluh kalo kepala gatel. Nenek bener2 mirip sama bapak, keras kepala tapi gak mau di manja, nah ini yang buat bingung, alhasil aku jadi jail.
"Ming oming oming.. apa warna rambut nenek? putih ya?? pantesan gatel" ucap nenek di awal
Nah ini sudah mulai topiknya mintak digarukin dan aku akan mulai jail.
"Apa? putih? enggak, warnanya hitam legam nek,,," ucapku

"Aduh, gatel banget, tolong cabutin uban nenek sama garukin kepala nenek ming,, tolong ini ubannya pasti banyak banget" Nenek gak mau kalah.

"Yang bilang uban siapa nek? siapa yang berani bilang rambut nenek ubanan. Bilang sama oming, biar tak carik ke rumahnya (mau ngapain cobak aku ke rumahnya?). Rambutnya nenek hitam bengeeettt,,, cocok pake iklan sampo.. jangan di cabut, kasian,,,," rayuku, biar gak disuru garukin.

"Ituuu,, dadong mang bilang kalo rambut nenek udah putih semua". kata nenek sayang.
aku tambah jahil dan mengatakan hal yang tidak mungkin

"Dong mang bohong. Dong mang baru rambutnya putih semua, kalo nenek hitam semua, hayooo, percaya mana? dong mang apa oming?" tambahku jahil.

"Aduh, cucunya satru ini suka bohong, ya jelas lah nenek percaya dong mang, oming yang bohong.
Ayo naaa garukin kepala nenek".

Oke aku tidak mau menyerah dan pura-pura tidur..
Aku melihat nenek mengeluarkan satu tetesan air mata gara-gara kangen sama aku, jadi aku pilih lebih baik tidur di panggkuannya. Tapi alhasil nenek bilang
"ming, nenek kesemutan" lalu aku berpindah ke punggunya..
"mimih dewa ratu sing dadi orain" yang artinya ya ampun ga bisa di kasi tau..

aku cuma bisa bilang, "dadong masih sing dadi orain. Ke Denpasar yuk, meobat?"
artinya. "nenek juga gak bisa di kasi tau. ke Denpasar yuk, berobat?"

Nenek gak mau jawab, aku akhirnya berhenti jahil sebelum nenek kehabisan tenaga buat jawab semua pernyataanku yang buat dia galau.

Jangan di tiru yaaa, aku cuma sesekali aja gak mau garukin, sisanya kalo aku sempet pulang ke klungkung, aku garukin kok,, kalo ada kukunya sihh,, aku di kampus gak boleh pake kuku panjangg,, jadi kebiasaan gak pelihara kuku panjang, (ngeles tapi serius).

Tanpa Nenek Sadarin, orang yang oming sayang juga itu nenek,, nenek gak boleh bandel. Oming juga pengen banget bawa nenek berobat. Oming gak mau di bilang jadi cucu durhaka, anak kesehatan tapi neneknya gak di ajak operasi katarak. Nenek gak tau kan tiap oming pulang ,, oming sedih liat nenek gak bisa menyaksikan kemolehanku sekarang, secara aku naik 6 kilo.
I hope you can be strong and trust me,, nek. Jangan Nakal ya, kalo aku udah tamat, pelanpelan aku bakal berhasil ngerayu kamyuu. I love you nenekku sayang :* muah

Kamis, 26 Juni 2014

SMILE :)

Doa di setiap malam.
..Bahkan ketika aku mengalami masalah apapun,, biarkan aku tetap mendapatkan moment untuk tersenyum dengan bibir dan hati yang Engkau berikan padaku. Biarkan pula seluruh sahabatku mendekatkan dirinya padaku dan mengatakan "tersenyumlah". Biarkan hatiku selalu merasa bersyukur dengan segala yang ku miliki walaupun itu tidak begitu berarti dimata orang lain...

Minggu, 04 Mei 2014

KASUS HIIPEREMESIS GRAVIDARUM

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Mual dan muntah merupakan hal yang umum dalam kehamilan. Sekitar 50%-90% kehamilan disertai dengan mual dan muntah yang dikenal sebagai emesis gravidarum (Niebyl, 2010). Pada masa kehamilan terbentuk human chorionic gonadotropine atau yang disingkat HCG. Puncak dari konsentrasi HCG adalah pada minggu ke 8-10 (Manuaba, 2007).
Sebagian kecil wanita tidak dapat mengatasi mual dan muntah sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari dan menyebabkan kekurangan cairan dan terganggunya keseimbangan elektrolit. Cadangan karbohidrat akan berkurang oleh karena hiperemesis gravidarum. Hal ini menyebabkan pembakaran tubuh beralih pada cadangan lemak dan protein.
Pembakaran lemak dan protein kurang sempurna seperti contohnya pembakaran lemak yang membentuk badan keton dalam darah. Keton dapat menambah beratnya gejala klinik hiperemesis gravidarum. Muntah membuat keluarnya sebagian cairan lambung serta elektrolit, natrium, kalium, dan kalsium. Penurunan kalium juga memperberat muntah.
Cairan tubuh yang menurun mebuat darah menjadi kental dan memperlambat peredaran darah. Hal ini menyebabkan konsumsi O2 berkurang dan makanan ke jaringan berkurang. Kurangnya nutrisi ke jaringan akan menimbulkan kerusakan jaringan. Muntah yang berlebih juga dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah kapiler pada lambung dan esophagus sehingga muntah akan bercampur dengan darah.
Muntah yang berkelanjutan tanpa mendapatkan pengobatan akan menimbulkan gangguan tumbuh kembang janin dalam rahim. Kejadian hiperemesis gravidarum harus mendapatkan perhatian dan penanganan yang serius karena akan membawa dampak kepada janin (Manuaba, 2012).
Hampir 25% ibu hamil muda mengalami spotting. Spotting dapat terjadi oleh karena proses alami yaitu nidasi pada hari ke 6 setelah ovulasi. Spotting tidak akan membahayakan apabila terjadi hanya dalam waktu kurang dari satu hari. Sebelum ammenorea, dapat terjadi spooting pada hari ke 19-22. Pengeluaran janin sebelum kehamilan menuju usia 22 minggu disebut abortus. Abortus dapat dibagi menjadi aboertus spontan dan buatan. Abortus spontan adalah keluarnya hasil konsepsi secara spontan tanpa menggunakan obat induksi. Abotus dapat terjadi secara komplit atau tidak. Abortus dapat dipertahankan apabila besar tinggi fundus sesuai umur kehamilan dan tidak terbukanya serviks serta perdarahan yang ringan. Kejadian abortus ini disebut abortus imminen. Abortus immine adalah abortus yang dapat dipertahankan (Manuaba, 2007).
Terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi kehamilan. faktor yang mempengaruhi kehamilan yaitu faktor fisik dan psikologis. Kedua faktor ini saling memberikan kontribusi yang sama dalam mempengaruhi kehamilan.
Kehamilan merupakan suatu hal yang fisiologis. Akan tetapi, kehamilan dapat berlangsung patologis. Proses tersebut dapat berubah oleh karena masalah-masalah dalam kehamilan yang dipengaruhi beberapa faktor. Masalah tersebut harus mendapatkan penanganan dan perhatian khusus. Praktik kebidanan III yang dilakukan oleh mahasiswa kebidanan potekkes denpasar program DIII di Rumah Sakit Kasih Ibu, membuat mahasiswa mendapakan kesemptan mempelajari kasus mengenai hiperemesis gravidarum dan abortus imminen.

B.     Tujuan

1.      Tujuan Umum
Tujuan dari laporan ini adalah untuk memahami asuhan kebidanan pada kehamilan dab pertolongan pada kegawatdaruratan maternal neonatal secara kolaborasi dibawah bimbingan sewaktu minimal dan mandiri sesuai tingkat kompetensi yang dicapai, serta memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah secara prosedural sesuai dengan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan.

2.      Tujuan khusus
a.       Memahami konsep dasar asuhan kebidanan kehamilan pada ibu “XX” dengan hiperemesis gravidarum dan abortus imminen.
b.      Memahami perubahan fisiologi dan psikologi kehamilan pada ibu “XX” dengan hiperemesis gravidarum dan abortus imminen.
c.       Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kehamilan pada ibu “XX” dengan hiperemesis gravidarum dan abortus imminen.
d.      Mengidentifikasi kebutuhan dasar pada ibu “XX” dengan hiperemesis gravidarum dan abortus imminen.
e.       Memahami penyulit dan komplikasi kehamilan pada ibu “XX” dengan hiperemesis gravidarum dan abortus imminen.
f.       Memberikan asuhan kebidanan kehamilan pada ibu “XX” dengan hiperemesis gravidarum dan abortus imminen.
g.      Melakukan pendokumentasian asuhan kebidanan kehamilan pada ibu “XX” dengan hiperemesis gravidarum dan abortus imminen.

C.    Manfaat

1.      Manfaat praktis
a.       Bagi institusi kesehatan
Laporan ini diharapkan dapat menambah wawasan mengenai kasus kehamilan dengan kondisi hiperemesis gravidarum dan abortus imminen.
b.      Bagi mahasiswa
Laporan ini diharapkan dapat menambah wawasan mengenai asuhan kebidanan dan pertologan kegawatdaruratan maternal dan neonatal secara kolaborasi di bawah bimbingan pada kasus hiperemesis gravidarum dan abortus imminen..

2.      Manfaat teoritis
Penulis mengharapkan laporan ini dapat menambah hasanah dalam ilmu kebidanan mengenai asuhan kebidanan kehamilan pada kasus hiperemesis gravidarum dan abortus imminen.


D.    Sistematika Laporan
Laporan ini terdiri atas beberapa bab, yaitu BAB I pendahuluan mengenai latar belakang dari penulisan laporan ini, BAB II tinjauan pustaka memaparkan mengenai teori-teori yang mendukung pemaparan tinjauan teori dan pembahasan, BAB III memaparkan tinjauan kasus yang diperoleh di Rumah Sakit Kasih Ibu, BAB IV memaparkan pembahasan, dan BAB V penutup berupa simpulan dan saran. Laporan ini juga memaparkan daftar rincian pustaka yang digunakan selama penyusunan laporan dan lampiran berkaitan laporan kasus dalam praktik kebidanan III ini.

DAFTAR PUSTAKA
Manuaba I. A. C., I. B. G. Fajar M., dan I. B. G. Manuaba, 2012, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB untuk Pendidikan Bidan Edisi 2, Jakarta: EGC.
Manuaba I. A. C., I. B. G. Fajar M., dan I. B. G. Manuaba, 2007, Pengantar Kuliah Obstetri, Jakarta: EGC.

Niebyl J, et. all, 2012, Obstetries: Normal and Problem Pregnancies ed. 6, Philadelphia: Saunders.

Sabtu, 03 Mei 2014

INGIN SUKSES, TAPI TIDAK KONSISTEN

     


Siapa yang tidak mau sukses? saya lahir ke dunia ini, mendapatkan pendidikan dini dari orang tua, pendidikan dasar, menengah pertama, menengah atas hingga perguruan tinggi diploma. Dalam proses perjalanan pendidikan saya ingin menjadi sukses. Akan tetapi, saya gagal. Saya tidak pernah konsisten.
      Ketika kecil, saya senang menari. Saya mengikuti sanggar tari tradisional bali, tapi hal itu tidak saya lakukan secara kontiniu. Saya putus di tengah jalan (Jangan di contoh). Menari adalah hal yang membuat saya gembira. Menari mebuat saya merasa cantik. Jujur, saya senang melakukan gerakan yang di alunkan oleh musik, menggunakan pakaian tradisional dengan bauran seni. Di kemudian hari saya terpanggil lagi untuk menari karena suatu tugas kepanitian di perguruan tinggi. Saya merasa senang, kemudian kebahagiaan itu menghilang lagi setelah usainya saya menari. Saya ingin lagi namun tidak ada kesempatan karena saya tidak sedang berada dalam pendidikan seni. Penyesalan selalu datang terlambat. Bila saya dulu melakukan aktivitas menari, berlatih secara konsisten. Tentu hari ini saya berdiri untuk menghibur semua orang di acara pembuka dengan tarian tradisional memukau. Ini adalah kegagalan
      Saya tidak bisa menyanyi, saya mengatakan hal tersebut karena saya pernah mencobanya. Namun itu salah. Dalam buku bakat sukses mengatakan bahwa penulis tidak percaya dengan bakat. Menurutnya keahlian datang dengan melakukan latihan. (baca buku Daniel Coyle dengan judul Bakat Sukses). Kamu mungkin akan sukses bila membaca dan melakukan 52 tips yang ada dalam buku tersebut. Akan tetapi, saya menjamin 100%, kamu tidak akan sukses hanya dengan membaca semua tips yang ada di sana tanpa melakukan apapun.
      Sangat penting menjadi orang yang konsisten karena hasil dari tindakan tidak selalu datang dalam sekali waktu. Sukses datang setelah proses yang panjang. Hal ini tentu saja berlaku pada seorang pejuang yang konsisten. Bukan pejuang dalam satu hari. INGAT, PEJUANG yang KONSISTEN BUKAN HANYA DALAM SATU HARI. 
      Saya senang bercerita melalui tulisan walaupun tulisan saya bukanlah hal yang menarik. Saya pernah berpikir untuk menulis sebuah novel. Pikiran tersebut hanya dalam benak saya dan saya tidak bergerak untuk menulis novel. Saya hanya berpikir, begitulah kehidupan orang gagal.
      Dalam sebuah hubungan juga saya gagal. saya gagal menjadi seorang yang pengertian. Saya gagal dan saya memutuskan untuk berhenti. saya melihat keluar dengan pikiran umum dan menengok lagi ke masalah saya. Saya mencari-cari letak kesalahan tetapi saya tidak akan menyalahkan. Saya hanya bergulat dengan pikiran saya dan tidak menyelesaikan apapun. Saya memutuskan untuk membiarkan hal ini begitu saja dan membuangnya jauh. Akan tetapi, hal itu salah untuk suatu hubungan sosial. Semua sudah berlalu, dan saya telah gagal. Poinnya bukan hanya pada saya, saya juga ingin mengatakan bahwa dia gagal. Jadi kesimpulannya kami berdua gagal dalam memperbaiki hubungan yang sudah lama terjalin. Saya menemukan alasan dalam gagalnya hubungan tersebut. Ya, itu juga karena tidak konsistenya KAMI.
      Saya berpikir saya ingin sukses dan membuat orang tua saya bangga. Lalu saya berpikir, apa keahlian saya. Saya gagal dalam menari, Saya gagal dalam menulis, dan saya gagal menjadi yang terbaik. Saya bukan yang terbaik dalam olimpiade apapun, tidak cantik, tidak muncul. Saya hanyalah saya yang hanya selalu berpikir dan terakadang menulis bila tidak ada satupun yang bisa mendengar apa yang saya katakan.
Saya ingin sukses dan saya gagal karena saya tidak konsisten. Ini adalah bukti nyata. 
Sukses itu sulit karena saya membuatnya sulit. Keyataanya adalah sukses itu mudah bila saya mau membuatnya mudah. INGAT. Sukses itu mudah bila saya mau membuatnya mudah. Kenyataannya saya belum sukses karena saya tidak memudahkan jalan saya menuju kesuksesan. 
     Jadi anak-anak, kalangan muda, orang dewasa yang belum sukses dan sedang berusaha sukses, konsistenlah dalam segala hal yang kamu tekuni. Hal itu akan membuahkan hasil nanti, bukan sekarang